logotype-bighearts.eu





NITANATI MATCHMAKING PART 1


Yah tentu saja, ia kan tak mengira ini sebelumnya. Tak lupa, badannya masih meriang. Padahal kita selalu bayar iuran rutin. Ia juga menyapa orang yang ada di sebelah kekasihnya itu. Saat itu pula Rio terdiam, menatap By means of tak percaya. Via sadar bahwa dirinya diperhatikan. Turun dari panggung, Rio langsung pamit. Shilla sendiri masih setia dengan posisinya semula. Pemuda itu juga sedang melihat ke arahnya. Masa gue terus yang sms dia duluan?

Halo! Kamu adalah pengunjung ke

Ia takut, perkiraan Rio yang meskipun mungkin hanya main-main, akan terlaksana benar adanya. Next kayaknya ngaret lagi hehe. Kedatangannya justru membuat Ify makin tenggelam dalam rasa kesal yang sudah mewaduk jumlahnya. Bagian itu justru menuntut Ify agar bertanya hal sebaliknya, yakni apakah ia suka dengan perjodohan itu? Ia suka sekali melihat bagaimana hujan itu turun, membuat sekeliling alam melecah dan dingin. Ify menoleh dan mendengus. Sebuah panci berisi telur. Ify celingak-celinguk sana-sini sambil melemparkan tatapan kesal pada orang di sekelilingnya. Seketika air muka Papa Ify berubah cerah. Nia tentu terkekeh mendengar itu.

nitanati matchmaking part 1

Halo! Kamu adalah pengunjung ke

Mengenai Saya

Sang gadis menoleh dan tersenyum canggung pula. Ia jibe menenggelamkan kepalanya, frustasi. Ia lalu melihat pemuda itu berjalan masuk ke dalam bioskop. Sang pengklakson membunyikannya tak sabaran. Tak peduli akan gadis di hadapannya akan berpikir aneh tentangnya. Download the current TAMA price catalogue

Mengenai Saya

Tidak sepenuhnya pasrah, karena tersembul pula kecemasan saat mendengarnya. Alhasil, Ify yang tak siap menubruk Rio. Sementara sang pemilik rumah hanya berbaring menumpukan kepala di tangan. Ia menoleh dan sedikit bingung seraya mengingat-ingat di mana ia pernah bertemu pemuda itu. Ify sepertinya tidak menyadari bahwa ia sedang gugup.

Maklum saya bukan penulis. Ia membiarkan tangan Ify menggenggam pergelangannya sedang tangan yang satu lagi sibuk mengolesi lukanya dengan betadhine. Otaknya seolah berhenti bekerja memproduksi kata-kata yang tepat untuk diucapkan. Ia tersenyum miris melihat dalam lukisan itu adalah seorang perempuan. Ia melihat ke arah congestion yang melingkar di tangan. Ify clever remark menegakkan kembali kepalanya menghadap Via, Iel dan. Maklum saya bukan penulis.

More...

COMMENTS: